Sabtu, 13 Desember 2008

kepramukaan

KATA PENGANTAR

Salam pramuka!
Dalam rangka meningkatkan mutu kegiatan Kepramukaan Gudep 04-005, 04-006 Pangkalan SMA Negeri 3 Boyolali, maka Dewan Kerja Penegak Gudep 04-005, 04-006 Periode 2008/2009 menyempurnakan dan menyusun kembali pedoman SKU yang kami susun sedemikian rupa sehingga dapat berwujud seperti buku yang telah ada sekarang.
Adapun harapan kami adalah supaya generasi penerus kami yang akan datang lambat laun tidak semakin pudar pengetahuannya dalam kepramukaan, melainkan dapat semakin bertambah maju pengetahuannya, sehingga Gudep 04-005, 04-006 yang berpangkalan di SMA Negeri 3 Boyolali dapat mengukir nama yang baik di dalam hati masyarakat, sehingga angkatan Gudep 04-005, 04-006 semakin giat dalam melakukan kegiatan-kegiatan dalam membangun masyarakat.
Selain itu kami juga berharap setiap anggota Gudep 04-005-, 04-006 yang telah selesai menimba ilmu dapat mengabdikan dirinya dalam masyarakat.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam penerbitan buku panduan SKU ini, Kami menyadari bahwa dalam penyusunan buku ini masih kekurangan, untuk itu kami segenap Pengurus Dewan Kerja Penegak Gudep 04-005, 04-006 Periode 2004/2005 Pangkalan SMA Negeri 3 Boyolali mohon maaf.
















BUKU INI DISUSUN OLEH

Penulis Penelaah
1. Krisnatius 1. Lukman Suristo
2. Tri Kastopo 2. Saka Aditya

Dibantu oleh Pembimbing
1. D. Jangga 1. Drs. Partoto
2. Andi Saputro 2. Rupadmi, S.Pd
3. Kurnia Adityas 3. Tutin, S.Pd
4. Jumairi, S.Ag.

DITELAAH DAN DITULIS KEMBALI OLEH
DEWAN KERJA PENEGAK PERIODE 2008/2009

Dibantu oleh Pembimbing
1. Lukman Suristo 1. Joko Maryanto S.Pd
2. Saka Aditya 2. Rupadmi, S.Pd
3. Hari Sigit P 3. Lasno S.Pd
4. Wiwin S 4. Dwiyani M.Pd
5. Jangga Sudibyo
6. Andi Saputro
7. Kurnia Ardityas
8. Ikow M













BAPAK PANDU DUNIA
LORD BADEN POWELL

Kegiatan kepanduan sangat populer dan dipandang positif di seluruh dunia. Puluhan juta anak dan remaja di seluruh menjadi anggota pandu. Neil Armstrong, astronot kondang adalah alumnus atau jebolan dari kegiatan kepanduan.
Sejarah kepanduan telah berlangsung lebih dari satu abad, dimulai pada peralihan abad 19-21. Pelopornya tidak lain adalah Bapak Pandu Dunia, Lord Baden Powell. Kecintaan Powell terhadap aktivitas luar ruang terbentuk sejak kecil. Dilahirkan tanggal 2 Februari 1857, Lord Baden Powell merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara (sepuluh bila tiga orang saudara yang meninggal ketika bayi dihitung). Masa kecilnya dihabiskan dengan banyak bermain di hutan kecil disamping sekolahnya. Powell terkenal dengan anak yang srba bisa. Selain ketrampilannya pada aktivitas outdoor, Powell juga piawai dalam hal melukis, melawak, menyanyi, dan menjadi aktor drama. Tetapi, Powell memang pada dasarnya jauh lebih suka aktivitas outdoor ketimbang belajar dalam kelas. Ia akhirnya gagal masuk perguruan tinggi bergengsi Universitas Oxford, dan sebaliknya berhasil cemerlang masuk dalam jajaran militer.
Kariernya dalam dunia militer melejit pesat. Ia melanglang buana ke banyak negeri dan mengasah ketrampilan mengintai dan mencari jalan. Pengetahuannya tentang hal tersebut dituangkan dalam beberapa buku terlaris seperti Reconaissanoe and Scouting; Aids to Scouting; Boy Scouting; a Suggestion; Boy Scout Scheme, Scouting For Boys; dan Girl Guiding. Di samping itu ia menciptakan metode inovatif pelatihan prajurit yang kurang pengalaman lapangan. Peserta yang lulus dari pelatihan ini memperoleh lencana Fleur de Lys yang simbolnya digunakan sebagai lambang pandu di kemudian hari. Selain itu, keberhasilan militernya yang paling menonjol adlaah mempertahankan kota Maleking dari serangan militer kaum Boer yang berkekuatan tiga kali lipat dalam perang Boer di Afrika Selatan.
Saat mempertahankan kota Maleking inilah, Powell semakin memperhatikan para anak dan remaja. Mereka tampak bosan bila hanya mengurung diri di dalam rumah. Powell merancang aktivitas outdoor bagi para anak dan remaja ini bahkan melibatkan mereka dalam beberapa aktivitas militer.
Perhatian terhadap kehidupan anak dan remaja ini terus dibawanya ketika ia kembali ke Inggris. Tanpa ada kegiatan positif, generasi muda Inggris semakin kacau hidupnya. Impian Powell adalah agar para anak dan remaja bisa menyalurkan energi mereka ke dalam kegiatan outdoor positif sehingga mereka tidak salah arah.
Impian ini dikerjakannya dengan sangat tekun dan bersemangat. Ketekunan dan semangat luar biasa mengejar impian mulia ini membuat banyak orang tertular dan dengan senang hati membantu Powell mengejar impiannya. Mungkin akibat ketekunan yang berlebihan ini, Powel terlambat menikah. Ia baru menikah dengan Olave St. Clair Soames pada usia 54 tahun. Keberhasilannya mempelopori dan membesarkan gerakan pramuka membuatnya memperoleh hadiah prestisius: Camegie Prize. Ia wafat pada usia tua (83 tahun) di Paxtuun, Afrika.
Memiliki impian mulia, ketekunan dan semangat mewujudkan impian itu mendayagunakan ketrampilan yang dimiliki, serta bekerja sama dengan banyak orang, tampaknya faktor-faktor itulah yanga menjadi kunci keberhasilan Lord Baden Powell.


























BAB I
PENGERTIAN, FUNGSI, DAN SIFAT KEPRAMUKAAN

A. Pengertian Kepramukaan
Kepramukaan adalah bukan hanya suatu ilmu atau materi, melainkan kegitan yang menarik bagi anak di bawah kakak-kakak dan bukan kumpulan naskah yang ahrus dipatuhi.
Kepramukaan ditujukan kepada pendidikan jasmani dan rihani. Kepramukaan pada hakikatnya suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah asuhan orang tua dengan menggunakan metode dasar. Sedangkan pramuka itu sendiri adalah pelakunya (sebagai subyek).

B. Sifat-Sifat Kepramukaan
Sifat kepramukaan adalah mempunyai sifat suci yang bersfat nasional, internasional dan universal.
1. Sifat Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan kebutuhan, keadaan dan kemampuan.
2. Sifat internasional adlah kepramukaan dimanapun harus bisa mengembangkan rasa persaudaraan dan persatuan tanpa membedakan sesama.
3. Sifat Universal adalah kepramukaan dgunakan dimana saja untuk mendidik anak dari bangsa mana saja.

C. Fungsi Kepramukaan
1. Kegiatan yang menarik untuk anak didik
2. Pengbdian seseorang
3. Alat/organisasi kepramukaan

D. Gerakan Kepramukaan
Gerakan Pramuka adalah suatu wadah pada pendidikan kepramukaan. Pramuka merupakan anak usia antara 7 – 25 tahun yang berkedudukan sebagai anak didik





BAB II
TEKNIK PRAMUKA

A. Salam Pramuka
1. Pengertian Salam Pramuka
Salam pramuka adalah suatu perwujudan penghargaan dari seseorang terhadap orang lain, atas dasar susila dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Salam pramuka diberikan tidak memandang jabatan seseorang. Kita wajib memberikan salam pramuka dan apabila diberi salam pramuka, walupun bukan orang pramuka kita wajib membalas salam tersebut.
Salam pramuka sebagai perwujudan rasa hormat, disiplin atau tertib yang mencerminkan keikhlasan jiwa yang kuat dicapai dengan saling hormat dengan cara menyempurnakan sikap, tertib dan ikhlas tidak terpaksa.
2. Cara Memberi Salam Pramuka
Adapun cara-cara memberi salam pramuka dibagi menjadi 3 cara, yaitu :
a. Dengan penghormatan
Dilakukan dengan gerakan cepat, tangan kanan diangkat ke pelipis kanan, membentuk sudut 15 derajat seorang kiri bawah, ujung jari tengah dan telunjuk menempel pelipis, pandangan lurus kedepan.
b. Menggunakan tongkat
Dilakukan dengan cara tongkat tetap ditangan kanan beserta tingkatnya, diangkat dengan siku membentuk sudut 900 dari tangan kiri diangkat sejajar dengan dada, telapak tangan menelungkup dengan ibu jari menempel dada (tengah), setelah selelsai sikap kembali pada posisi semula.
c. Tanpa Tongkat
Sikap tetap sempurna, tangan kanan diangkat disamping badan agak kedepan dengan siku membentuk sudut 900 dengan pergelangan tangan, tangan mengepal jari, jari pandangan lurus ke depan kepada yang diberi salam.
3. Macam-macam Salam Pramuka
a. Salam biasa
Apabila seorang pramuka berjumpa dengan pramuka untuk pertama kali/terakhir pada hari itu, yang tujuannya untuk :
1) Sebagai tanda silang menghormati
2) Mendo’akan keselamatan
3) Mempertunjukkan kedisiplinan
b. Salam hormat
Salam ini dilakukan pada situasi dan kondisi tertentu. Adapun situasi dan kondisi tersebut adalah :
1) Bertemu dengan orang yang wajib dihormati
2) Bendera Merah Putih
3) Upacara mendengarkan lagu Indonesia Raya
4) Kebetulan bertemu dengan jenzah yang dibawa ke pemakaman
c. Salam Janji
Salam janji ini khusus digunakan pada saat pengucapan janji Tri Satya




























BAB III
STRUKTUR ORGANISASI
GERAKAN PRAMUKA


KETERANGAN
: Garis konsultasi
: Garis bimbingan dan penyuluhan
: Garis perwakilan
A. Nama Majelis Pembimbing
1. Di tingkat Nasional bernama Majelis Pembimbng Nasional (MABINAS)
2. Di tingkat Daerah bernama Majelis Pembimbing Daerah (MABIDA)
3. Di tingkat Cabang bernama Majelis Pembimbing Cabang (MABICAB)
4. Di tingkat Ranting bernama Majelis Pembimbing Ranting (MABIRAN)
5. Di tingkat Desa bernama Majelis Pembimbing Desa (MABISA)
6. Di tingkat Gugus Depan bernama Majelis Pembimbing Gugus Depan (MABIGUS)
B. Pengurus Majelis Pembimbing
1. MABINAS
a. Prsiden/Kepala Negara adalah Ketua MABINAS
b. Ka. KWARNAS ex-offisio Anggota Mabinas
c. MABINAS disusun oleh ketua MABINAS bersama KAK KWARNA, dari pejabat-pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat tingkat nasional
d. MABINAS terdiri dari :
1) Ketua
2) Wakil Ketua
3) Seorang Ketua Harian
4) Seorang Sekretaris
5) Anggota-anggota
e. Para Wakil Ketua Harian, Sekretaris dan Anggota MABINAS, diankat dan dilantik oleh Ketua MABINAS
2. MABIDA
a. Gubernur/Kepala Daerah adalah Ketua MABIDA
b. Ka. Kwarda ex-offisio Anggota MABIDA
c. MABIDA disusun oleh Ketua MABIDA bersama KAK KWARDA, dari pejabat-pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat tingkat propinsi yang bersangkutan
d. MABIDA terdiri dari
1) Ketua
2) Wakil Ketua
3) Seorang Ketua Harian
4) Seorang Sekretaris
5) Aggota-anggota
e. Para Wakil Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Anggota MABIDA, diangkat dan dilantik oleh ketua MABIDA
3. MABICAB
a. Bupati/Kepala Daerah atau Wali Kota adalah Ketua MABICAB
b. Ka. Kwarcab ex-offisio Anggota MABICAB
c. MABICAB disusun oleh Ketua MABICAB bersama KAK KWARCAB, dari pejabat-pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat tingkat propinsi yang bersangkutan
d. MABICAB terdiri dari
1) Ketua
2) Wakil Ketua
3) Seorang Ketua Harian
4) Seorang Sekretaris
5) Aggota-anggota
e. Para Wakil Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan AnggotaMABICAB, diangkat dan dilantik oleh ketua MABICAB
4. MABIRAN
a. Camat adalah Ketua MABIRAN
b. Ka. Kwaran ex-offisio Anggota MABIRAN
c. MABIRAN disusun oleh Ketua MABIRAN bersama KAK KWARRAN, dari pejabat-pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat tingkat propinsi yang bersangkutan
d. MABIDA terdiri dari
1) Ketua
2) Wakil Ketua
3) Seorang Ketua Harian
4) Seorang Sekretaris
5) Aggota-anggota
e. Para Wakil Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Anggota MABIRAN, diangkat dan dilantik oleh ketua MABIRAN
5. MABISA
a. Kepala Desa adalah Ketua MABISA
b. MABISA disusun oleh Ketua MABISA bersma pembimbing Gugus Depan di desa ini dari pejabat-pejabat pemerintah desa.
c. MABISA terdiri dari
1) Ketua
2) Wakil Ketua
3) Seorang Ketua Harian
4) Seorang Sekretaris
5) Anggota-anggota
d. Para Wakil Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Anggota MABISA, diangkat dan dilantik oleh Ketua MABISA.
6. MABIGUS
a. Seorang tokoh masyarakat disekitar Gugus Depan yang dipilih oleh para orang tua Pramuka-Pramuka Gugus Depan itu adalah Ketua MABIGUS
b. Pembimbing Gugus Depan adalah ex-offisio anggota MABIGUS
c. MABIGUS disusun oleh Ketua MABIGUS bersama Gugus Depan dari orang tua / wali pramuka-pramuka Gugus Depan, dari tokoh-tokoh masyarakat disekitar Gugus Depan itu.
d. MABIGUS terdiri dari
1) Ketua
2) Wakil Ketua
3) Seorang Ketua Harian
4) Seorang Sekretaris
5) Anggota-Anggota
e. Para Wakil Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Anggota MABIGUS, diangkat dan dilantik oleh ketua MABIGUS



















BAB IV
TANDA-TANDA PENGENAL DALAM PRAMUKA


A. Pemakaian Tanda Penganal
Pemberian dan pemakaian tanda pengenal gerakan pramuka diatur dan ditentukan dalam PP SK. KWARNAS NO. 05 Tahun 1982.

B. Macam-Macam Tanda Penganal
1. Tanda Umum
a. Emblem
b. Pandu Dunia
2. Tanda Satuan
a. Regu
b. Gudep
c. Ambalan
3. Tanda Jabatan
a. Barung
b. Regu
c. Siaga
d. Penggalang
4. Tanda Kehormatan
a. Bintang Tahunan
b. Bintang Teladan
c. Pengharagaan
5. Tanda Kecakapan
a. Umum
b. Khusus
c. Pramuka
d. Garuda

C. Jenis-Jenis Tanda Dalam Kepramukaan
1. Tanda Umum
Adalah tanda yang dipakai secara umum oleh anggota Gerakan Pramuka, yang dilantik putra maupun putri, misalnya :
a. Tutup Kepala dan Emblem
b. Stangan Leher dan Pita Leher
c. Tanda Pelantikan
d. Tanda Harian
e. Tanda Pandu Dunia
2. Tanda Satuan
Adalah tanda yang menunjukkan satuan/kwartir tertentu,tempat seseorang anggota pramuka tergabung, dalam hal ini dimaksudkan mulai dari satuan terkecil di Gugus Depan sampai satuan tingkat nasional, misalnya:
a. Tanda burung, regu, sangga, ambalan
b. Tanda gugus depan, kwartir, majelis pembimbing
c. Tanda saka dan krida saka
d. Lencana daerah pramuka luar biasa
e. Tanda satuan lainnya.
3. Tanda Jabatan
Adalah tanda yang menunjukkan tanggung jawab seseorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka, misalnya:
a. Tanda pimpinan dan wakil pimpinan (Burung, Regu, Sangga)
b. Tanda pembina dan pembantu pembina (Siaga, Penggalang, Pengak, Pandega)
c. Tanda ambalan dan pembantu ambalan
d. Tanda pembina gugus depan dan tanda pelatih pembina pramuka
e. Tanda keanggotaan dewan kerja penegak dan pandega
4. Tanda Kecakapan
Adalah tanda yang menunjukkan ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dan usaha seorang pramuka dalam bidang tertentu sesuai dengan golongan usianya
a. Umum (TKU)
1) Siaga : Mula, Bantu, Tata
2) Penggalang : Ramu, Rakit, Terap
3) Panegak : Bantara, Laksana
4) Pandega :
5) Pembina :
b. Khusus (TKK)
1) Siaga :
2) Panggalang : Purwa, Madya, Utama
3) Penegak : Purwa, Madya, Utama
4) Pandega : Purwa, Madya, Utama
5) Instruktur : Madya, Utama
6) Pelatih : KPD, KPL
c. Pramuka Garuda
d. Untuk Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega
5. Tanda Kehormatan
Adalah tanda yang menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada sesorang atas jasa, darma bakti dan lain-lainnya yang dianggap cukup bermutu dan berguna bagi gerakan pramuka, gerakan pramuka sedunia, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia, misalnya :
a. Untuk peserta didik
1) Bintang tahunan
2) Bintang teladan
3) Bintang penghargaan
4) Bintang keberanian
b. Untuk orang dewasa :
1) Bintang tahunan
2) Bintang masa bakti
3) Bintang jasa (melati, dharma, tunas kencana)
4) Bintang pancawarsa
5) Bintang keberanian

D. BADGE DAERAH
Badge ini diciptakan oleh Bapak Subgyono dari Temanggung. Adapun dari Badge Daerah adalah :
Bentuk perisai : Pertahanan Nasional yang mantap
Bintang : Sifat kepemimpinan yang luhur
Jilitan Api Jumlah 10 : Semangat dasa darma
Belonong : Sebagai sumber api peninggalan asli nenek moyang yang pada wayang kulit
Stupa : Peninggalan nenek moyang yang diluksikan dengan candi-candi
Warna ciklat muda : Melambangkan tanah Indonesia yang tandus
Warna dasar colat tua : Melambangkan tanah Indonesia yang subur
Garis yang melintang : Letak Indonesia dilalui garis katulistiwa
Tulisan Jawa Tengah : Warna merah melambangkan kejayaan Nusantara
Cikal : Penduduk asli Indonesia
Padi dan kapas : Masyarakat adil dan makmur
Keris berlekuk 3 : Melambangkan Tri Satya
E. BADGE TUNAS KELAPA
Badge ini diciptakan oleh Bapak Sunaryo Somodipuro dari Purwokerto Jawa Tengah. Gambar-gambar berarti :
1. Ring, merupakan pagar kehidupan Pramuka yaitu Dasa Dharma
2. Bintang segi lima warna kuning emas, sifat kempemimponan yang luhur
3. Tulisan ” GERAKAN PRAMUKA” melintang di tengah, melukiskan garis katulistiwa
4. Garis melingkar, mekuliskan persatuan yang kokoh
5. Padi dan kapas, melukiskan keaslian dan kemakmuran

F. BADGE AMBALAN GUDEP 04.005-04.006
Lambang ini diciptakan oleh DKA Periode 1991/1992
Keterangan Gambar
1. Bentuk Perisai : Sebagai tameng untuk menanggulangi gangguan baik dari dalam mauapun luar
2. Bintang : Sifat kepemimponan yang luhur
3. Senjata Cakra : Merupakan senjata ampuh bagi Gudep 04-005/04.006
4. Trisula : Senjata yang melambangkan arti TriSatya
5. Tunas Kelapa : Lambang Pramuka
6. Gadjah Mada : Nama Amabalan Putra Gudep 04.005
7. Dewi Sartika : Nama Ambalan Putri Gudep 04.006
Warna-warna
1. Warna dasar kuning : Budi pekerti yang luhur
2. Merah : Keberanian di atas keberanian
3. Hijau : Perdamaian dunia
4. Ungu : Kedisiplinan dan ketekunan
5. Coklat : Kesuburan tanah Indonesia
6. Hitam : Kemantapan dalam bertindak
Badge Amablan ini disempurnakan oleh Dewan Ambalan periode 1994/1995, dengan penyempurnaan pada ukuran, yaitu :
1. Lebar : Maksimal 8 cm
2. Panjang : Maksimal 8 cm
Dan telah disempurnakan oleh Dewan Ambalan 1996/1997
Dengan penambangan Tunas Kelapa menjadi dua


G. PALET BANTARA
Bantara kepanjangan dari Bantuan Tenaga Rakyat
Bintang dengan Warna kuning mempunyai 3 arti
1. Sifat kepemimpinan yang luhur
2. Ketuhan Yang Maha Esa
3. Cita-cita yang tinggi
Tunas kelapa warna kuning yang saling membelakangi
Arti ; sebagai seorang Pramuka yang harus dapat berkembang ke luar dan ke dalam.
1. Diri
Dalam : Punyai sikap tegas dalam membawa diri
Luar : Berguna bagi orang lain yang memerlukan pertolongan
2. Gudep
Dalam : Membenahi dari dalam Gudep supaya Gudep kokoh dan tercipta kerukunan
Luar : Membawa nama dan menjaga nama baik Gudep di luar lingkungan Gudep
3. Pramuka
Dalam : Membenahi Gerakan Pramuka dari dalam
Luar : Menunjukkan keluar bahwa Pramuka mempunyai ketrampilan khusus untuk dipergunakan dalam masyarakat
















BAB V
TANDA GERAKAN PRAMUKA

A. Ketetapan Lambang Gerakan Pramuka
Pemberian dan pemakaian lambang Gerakan Pramuka diatur dan ditentukan dalam SK. KWARNAS No. 06/KN/1972

B. Pengertian Lambang
Lambang Gerakan pramuka adalah tanda penganal tetap yang menghiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggota Gerakan Pramuka.
Lambang tersebut diciptakan noleg Bapak Sunardjo Atmodipuro, seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai Pegawai tingkat Departemen Pertanian. Lambang gerakan pramuka ini digunakan sejak tanggal 14 Agustus 1961 pada Panji Gerakan Kepanduan Indonesia yang dianugrahkan kepada Gerakan Pramuka.

C. Bentuk dan Arti Kiasan
1. Bentuk lambang gerakan pramuka adalah gambar bayangan (silhouelte) tunas kelapa
2. Arti kiasan lambang gerakan pramuka adalah sebagai berikut :
a. Buah Nyiur dalam keadaa n tumbuh dinamakan ”cikal” dan istilah ”cikal bakal” Indonesia berarti Penduduk asli yang pertama menurunkan generasi baru.
b. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimana juga, jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah seorang rokhaniah, dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya d alam menghadapi segala tantangang dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdikan tanah air dan Bangsa Indonesia.
3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam mengkiaskan dirinya dengan keadaan lingkungan sekelilingnya. Di lambang ini mengkiaskan bahwa tiap pramuka dapat menyesuaikan diri dari masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaiamanapun juga.
4. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon tertinggi di Indonesia. Jadi lambang ini mengkiaskan bahsa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yang mulia dan jujur dan tetap tegak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
5. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat dalam tanah, jadi lambang ini megkiaskan tekad dan keyanikan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
6. Nyiur adalah pohon yang yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya, jadi lambang ini mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

D. Penggunaan
Lambang Gerakan Pramuka dapat digunakan antara lain pada panji, pada bendera, pada papan nama kwartir, dan satuan, tanda pengenal, dan alat administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk meningkatkan dan menanamkan setiap anggota gerakan agar memiliki sifat dan keadaan seprti arti lambang tuans kelapa itu.






















BAB VI
ALAT PEMERSATU BANGSA


A. Peraturan Penggunaan Bendera Merah Putih, Makna serta Artinya
1. Penggunaan Bendera kebangsaan Indonesia dalam Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958.
2. Bentuk Sang Merah Putih adalah segi empat dengan lebar : 2:3, Merah berarti berani, putih berarti suci
3. Bendera dikibarkan dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Apabila di dalam gedung maka ditempatkan di sebelah kanan dilihat dari dalam. Apabila dalam rapat atau pertemuan digunakan bendera kebangsaan, maka :
a. Jika dipasang merata, maka bendera dipasang di atas belakang ketua
b. Jika dipasang pada tiang, maka ditempatkan disebelah kanan ketua
4. Jika dipasang pada lencana, dipasang disebelah kiri saku
5. Jika dipasang pada lencana, dipasang disebelah kiri saku
6. Jika dipasang setengah tiang, maka bendera dinaikkan keujung tiang terlebih dahulu, setelah itu diturunkan
7. Pada waktu dikibarkan, bendera tidak boleh menyentuh tanah atau benda lain
8. pada bendera tidak boleh ditempeli benda apapun
9. Jika dipasang bersama dengan bendera lain, atau panji-panji organisasi
a. Apabila hanya satu bendera atau panji, maka bendera kebangsaan dipasangkan disebelah kanan
b. Apabila dua atau lebih, maka dipasang satu baris, sedang bendera kebangsaan dimuka baris itu ditengah
c. Bendera kebangsaan harus tampak lebih besar dan dipasang lebih tinggi daripada panji-panji
10. Makna Merah Putih merupakan lambang kelurahan
11. Jika dipasang untuk menutupi jenazah, maka tali harus ditempatkan disebelah atau kepala jenazah dan warna disebelah kiri jenazah.

B. Burung Garuda
Mengapa negara kita memilih Burung Garudasebaga lambag negara? Karena burung garuda melambangkan sebagai ”Tenaga Pembangun Nasional” dalam negara RI.
Mengapa diadakan lambang negara? Karena lambang negara merupakan lambang kehormatan dan kedaulatan negara. Para antai yang dikalungkan pada leher burung garuda, ergantung sebuah perisai berbentuk jantung yang melambangkan perjuangan bangsa Indonesia.
Bentuk burung garuda itu mengingatkan pada kita akan tangal 17 Agustus 1945 yaitu kemerdekaan RI.
1. Bulu sayap berjumlah 17 (tanggal)
2. Bulu ekor berjumlah 8 (bulan)
3. Bulu dibawah perisai berjumlah 19 (tahun)
4. Bulu leher berjumlah 45 (tahun)

C. Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebab digunakan pada petemuan-pertemuan penting
1. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
a. Sebagai bahasa resmi Negara
b. Sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan
c. Sebagai alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan pembangunan
d. Alat pengembangan kebudyaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuandan teknonologi
2. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
a. Lambang Kebangsan Nasional
b. Lambang identitas nasional
c. Penghubung antar daerah dan kebudayaan
d. Sebagai alat pemersatu berbagai suku













BAB VII
ARTI DAN SEJAHTERA SUMPAH PEMUDA


Pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah perkumpulan atau organisasi modern yaitu ”BUDI UTOMO”. Kemudian perkumpulan lainnya lahir seperti SDI, Muhammadiyah, Indische Parti, dan lain-lain.
Berdirilah pula organisasi pemuda yang dipelopori oleh Tri Koro Dharmo ” (tiga tujuan mulia) yang dikethui oleh Satiman Wiryo Senjaya. Kemudian Tri Koro Dharmo diubah menjadi Jong Java. Kemudian disusul oleh Jong Java lainnya di Indonesia.
Didorong adanya keinsyafan perlu nama perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia yang menghendaki hilangnya rasa kedaerahan.
Atas prakarsa PPI tanggal 22 April-2 Mei 1926 diadakan Konggres Pemuda I di Jakarta dengan hasil yaitu berdiri perkumpulan pemuda yang diberi nama Pemuda Indonesia yang akan melebur organisasi seluruh Indonesia.
Untuk melaksanakan cita-cita tersebut maka tanggal 28 Oktober 1928 diadakan Konggres Pemuda II di Jakarta diketuai oleh Suganda Jaya Puspita dan sekretaris Moh. Yamin.
Hasil Konggres II adalah Sumpah Pemuda, yaitu:
1. Kami putra putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
2. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia
3. Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Arti penting Sumpah Pemuda :
1. Gerakan pemuda pada khususnya dan nasional pada umumnya mendapat semangat juang baru, yaitu persatuan.
2. Pemuda dapat memperkuat gerakan nasional dengan semangat persatuan
3. Semangat persatuan itu ternyata merupakan senjata yang ampuh untuk mengusir penjajah.



BAB VIII
SUSUNAN PEMERINTAHAN RI
DARI PUSAT SAMPAI DESA


I. Susunan Pemerintah Dari pusat Sampai Desa
A. Pemerintah Pusat
1. Presiden
2. Menteri Negara
B. Pemerintah Daerah
1. Propinsi
Gubernur (Penyelenggara Propinsi)
2. Kabupaten/Kota Madya
Bupati (penyelenggara Kabupaten/Kota Madya)
3. Kecamatan
Camat
4. Desa
Kepala Desa
II. Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia
A. DPR
1. Kewajiba-kewajiban DPR
a. Menetapkan Undang-undang
b. Mengawasi pemerintaha dalam menjalankan undang-undang
c. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas ,pernyataan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan Negara lain.
2. Hak-hak DPR
a. Mengajukan usul rancangan undang-undang
b. Mengadakan perubahan atas usul Undang-undang yang diajukan pemerintah
c. Turut menentukan anggaran belanja negara
d. Mengadakan pertanyaan kepada Pemerintah
e. Menyelidiki suatu urusan.
B. MPR
1. Tugas-tugas MPR
a. Menentukan Undnag-undang Dasar
b. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden
c. Menetapkan GBHN
2. Wewenang MPR
a. Mengubah Undang-undang
b. Memberhentikan Presiden apabila menyimpang dari Undang-undang dasar dan GBHN walaupun masa jabatannya belum habis.
C. BPK
1. Tugas-tugas BPK
Menurut UUD 1945, TAP MPR No. 11/MPR/1978 dan UU No. 1 tahun 1973, tugas pokok BPK memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara. Dalam melaksanakan tugas tersebut di atas mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:
a. Fungsi operatif
Yaitu melakukan pemeriksaan, pengawasan dan penelitian atas penguasaan dan pengurusan keuangan Negara
b. Fungsi Yudikatif
Yaitu melakukan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi terhadap bendaharawan dan pegawai negeri bukan bendaharawan. Yang karena perbuatannya melanggar hukum atau melalaikan kewajibannya, menimbulkan kerugian negara.
c. Fungsi memberi rekomendasi
Yaitu memberi pertimbangan kepada pemerintah tentang pengurus keuangan Negara.
2. Wewenang BPK
a. Meminta, memeriksa, meneliti pertanggung jawaban atas penugasan keuangan negara serta mengusahakan keseragaman dalam tata cara pemeriksaan dan pengawasan maupun dalam usaha keuangan Negara.
b. Mengadakan, menetapkan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi
c. Melakukan penelitian, penganalisaan terhadap pelaksanaan peraturan perundangan dibidang keuangan.

BAB IX
BAHAN-BAHAN MAKANAN YANG BERNILAI GIZI

A. Sumber Zat Makanan
1. Korbohidrat/Zat arang
Sumber : Beras, kentang, gula, jagung, singkong, pisang, terugu
Guna : Sebagai zat pembakar yang menghasilkan energi/tenaga
Akibat Kekurangan : Tubuh terasa lemas
2. Zat lemak
Sumber : Lemak sapi, mentega, minyak ikan, minyak kelapa
Guna : Memberi panas, melindungi bagian yang halus (lunak) melindungi ujung tulang
Akibat Kekurangan : Suhu tubuh tidak teratur
3. Zat protein
Sumber : Daging ikan, udang, telur, susu, kacang, tahu, tempe.
Guna : Membantu pertumbuhan anak
Akibat Kekurangan : Pertumbuhan terhandat

B. Mineral
1. Garam Besi (Fe)
Sumber : Hati, kacang, w ortel, tomat, sayur, dll
Guna : Pertumbuhan tulang, mencegah anemia
Akibat Kekurangan : Mengakibatkan penyakit anemia
2. Garam Dapur (Ca)
Sumber : Susu, kol kacang, buah, dll
Guna : Mencegah penyakit gondok
Akibat Kekurangan : Mengakibatkan penyakit tulang gigi dan geraham
3. Garam Iodium
Sumber : Garam laut, ikan laut, ikan sungai yang segar
Guna : Mencegah pembengkaan kelenjar tiroid
Akibat Kekurangan : Mengakibatkan penyakit gondok
4. Garam Fosfor
Sumber : Susu dan keju
Guna : Untuk mencegah badan, pembentukan tulang
Akibat Kekurangan : Osteoporosis
C. Vitamin
1. Vitamin A
Sumber : Telur, hati, ikan segar, tomat, pepaya, wortel
Guna : Mencegah penyakit mata
Akibat Kekurangan : Sakit mata, penyakit kuning, tumbuh tidak sempurna
2. Vitamin B (B1, B2)
a. Vitamin B1
Sumber : Hati, daging, kuning telur, beras merah, kacang, wortel
Guna : Pertumbuhan, pembentukan butir-butir darah
Akibat kekurangan : Menderita penyakit beri-beri
b. Vitamin B 2
Sumber : Sayuran, padi, kacang, hati, telur
Guna : Meningkatkan kekebalan tubuh
Akibat kekurangan : Bibir kering pecah-pecah, penyakit kulit, diare, jantung, malas
3. Vitamin C
Sumber : Jeruk, tomat merah, ubi jagung, kuning telur, dan bayam
Guna : Mencegah sariawan dan menjaga daya tahan tubuh
Akibat Kekurangan : Gusi berdarah, daya tahan kurang
4. Vitamin D
Sumber : Susu, minyak ikan, terlur, mentega, sinar matahari pagi, dll
Guna : Membantu pertukbuhan tulang dan gigi
Akibat Kekurangan : Penyakit rakhitis
5. Vitamin E
Sumber : Bunga kol, minyak bunga matahari dan sayuran hijau
Guna : Mencegah resiko kemadulan dan penyakit kuning
Akibat Kekurangan : Mengakibatkan penyakit kuning dan penuaan dini
6. Vitamin K
Sumber : Sayuran hijau
Guna : Membantu pembekuan darah
Akibat Kekurangan : Darah sukar membeku apabila terkena luka



BAB X
PENYAKIT-PENYAKIT RAKYAT YANG PENTING DAN CARA PENCEGAHANNYA

A. Malaria
Penyebab parasit plasmodium yang penularannya melalui nyamuk ” Anopeles”
Gejala :
1. Menggigil
2. Puncak demam
3. Keringat banyak
4. Suhu badan turun
Pencegahan
1. Memberantas nyamuk dan jentiknya
2. Minum obat anti malaria

B. TBC
Penyebab basil (microbacterium) yang menyerang paru-paru, penularannya melalui pernafasan dan kontak dengan penderita
Pencegahan :
1. vaksinasi pada anak/bayi dengan BCG
2. Menghindari kontak dengan penderita

C. Muntaber
Gejala : Berak terus/sering atau berak lebih dari 2 kali dalam sehari
Tindakan : Beri munuman oralit
Pencegahan :
1. Makan dan minum yang berair
2. Perhatikan kebersihan lingkungan dan pekarangan
3. Sesudah menolong penderita, cuci tangan dengan bersih

D. Demam Berdarah
Penyebab : Virus yang ditulakan oleh nyamauk ”Aides Aigepty”
Gejala : Demam mendadak, tidak dapat tidur, timbul bintik-bintik
Pencegahan :
1. Memperbaiki higiene dan sanitasi dengan mendiadakan genangan air
2. Pembasmian parasit diberantas dengan obat Abate
3. Menggunakan penyemprotan melation
E. Hepatitis
Gejala : Demam, lemah, mual, ntampak kuning, suhu badan tinggi
Penularan : Makanan yang tercemar dan melalui alat suntikan

F. Disentri
Penyebab : Bacillieri Dysentri atau Amoeba Dysentri yang vterdapat pada makanan yang telah dihinggapi lalat
Penularan : Melalui sentuhan langsung, lalat, udara, air dan makanan
Pencagahan :
1. Minum air yang sudah dimasak
2. Sesudah buang hajat tangan harus dibersihkan
3. Membunuh lalat

G. Typus
Penyebab : Basil Typus
Penularan : Udara, makanan, lalat
Pencegahan : Diasingkan dan diberi suntikan vaksin typus




















BAB XII
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (PPPK)

A. Pertolongan Pertama
Penggunaan ketrampilan sesuai prinsip pengobatan cidera atau penyakit akut dengan menggunakan sarana atau materi yang tersedia saat itu. Bila kita menghadapi korban, pertama yang harus dipikirkan adalah pemberian pertolongan.

B. Tujuan PPPK Meliputi
1. Menyelamatkan jiwa
2. Mencegah cacat dan kondisi memburuk
3. Menunjang penyembuhan
Setelah korban diketahui dalam proses pendekatan dan sesudah mencapai krban, perhatikan hal-hal berikut sebagai tanggung jawab penolong
1. Dapat menilai situasi
2. dapat mengenal mkondisi korban dan prioritasnya
3. segera beri pertolongan sesuai dengan cidera yang diderita
4. harus dapat mnegatur dan merencanakan transportasi
Tiga situasi darurat yang beresiko tinggi yang harus dapat dikenali penolong
1. Henti nafas dan jantung
2. Pendarahan besar
3. Ketidaksaran
Bila ketiga hal tersebut diatas tidak dapat dikenali, maka penolong harus dapat menguasai teknik penunjang hidup dasar, meliputi:
1. Respon
2. Airway
3. Breathing
4. Circulation
Teknik amat menentukan tindakan penyelamatan jiwa korban sebelum melangkah ke masalah lain dan teknisi ini harus dukuasasi pelaku P3K.

C. Resusitas
Suatu teknik penyelamatan hidup dengan membuat atau melihat airway, breathing dan curculation serta perawatan darurat. Dalam melakukan resusitas, lakukanlah sesuai aturan umum resusitas jantung/paru-paru yaitu :
1. Pastikan dalam keadaan sadar/tidak sadar
2. Minta pertolongan
3. Posisi korban
Hentikan resusitas bila ;
1. Diambil oleh dokter atau para medik terlatih
2. Penolong kelelahan
3. Diambil alih/kirim dengan ambulans

D. Resusitas Napas Buatan
Merupakan bantuan napas yang paling efektif bila dilakukan secara benar dnegan teknik mulut ke mulut atau mulut ke hidung.
Masalah yang terjadi pada napas buatan harus dapat diketahui segera, kemudian penolong juga dapat mengenal dengan baik sumbatan napas, dan jika jalan napas merupakan maslaah maka pelaku P3K harus melakukan teknik membuka jalan napas, mterutama pada korban-korban tak sadar. Sudah tentu teknik disesuaikan dengan jenis cidera agar tidak terjadi kesalahan pada pertolongan pertama.
Pemeriksaan napas memerlukan cara tersendiri yang dilakukan dengan cara melihat, dengar, dan rasakan baik utnuk korban sadar maupun tak sadar.
Setelah jalan napas dikuasai, teknik membersihkan jalan napas, baik dalam posisi stabil maupun terlentang.

E. Resusitas Kompresi Dada luar
Merupakan bantuan sirkulasi bila jantung terjadi yang dapat dilakukan oleh satu atau dua penolong. Teknik ini harus dikuasai dengan baik dan perlu latihan teratur.
Hal yang harus diingat dalam kompresi dada laur yaitu dapat membedakan perlakuan dada dewasa, dada anak atau bayi mengenai titik kompesi, cara dan tekanan myang dilakukan.

F. Pernafasan
Oksigen merupakan zat vital yang diperlukan manusia. Tujuan pernapasan adalah mengirim oksigen ke seluruh jaringan tubuh serta membuang karbon diaoksida dan sisa pembakaran.
Oksigen yang kta gunakan hanya 5% dari 21% oksigen di udara, 16% sisanya dalam bentuk oksigen dan karbon dioksida.



G. Gejala Oksigen (Afikasi)
Merupakan suatu kondisi berpotensi fatal bila tidak cukup tersedia oksigen di jaringan tubuh.

H. Gejala dan Tanda Secara Umum
Gejala dan tanda ini bervariasi dan tidak terlalu terdapat, tetapi umumnya ada seperti :
1. Kesukaran napas
2. Napas bersisik
3. Tanda sumbatan jalan napas
4. Menurunnya kesadaran
5. Henti napas

























PERTOLONGAN PERTAMA
(THE FIRST AID)

A. Pengertian Pertolongan Pertama (PP)
Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar

B. Pelaku Pertolongan Pertama
Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

C. Tujuan Pertolongan Pertama
Tujuan pertolongan pertama adalah :
1. Menyelamatkan jiwa penderita
2. Mebcegah cacat
3. Memberi rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

D. Dasar Hukum
Di Indonesia dasar hokum menegani PP dan pelaku belum tersusun dengan baik seperti halnya Negara maju walau demikian dalam KUHP ada beberapa pasal yang mencakup aspek dalam melakukan PP.
Pelanggaran tentang orang yang perlu ditolong diatur dalam pasal 531 KUHP yang berbunyi :
“Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang di dakam bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya kurungan selama-lamanya tiga bulan atau dengan sebanyak-banyaknya Rp. 4.500, - jika orang perlu ditolong itu mati, diancam dengan KUHP 45, 165, 187, 304 S, 478, 522, 566”
Pasal ini berlaku, bila pelaku pertolongan pertama dapat melakukan tanap membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain. Juga ada beberapa pasal lagi antara lain :
1. Pasal 351 KUHP tentang kewajiban meolong
2. Pasal 322 KUHP menjaga rahasia pasien

E. Kewajiban Pelaku PP
1. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya
2. Dapat menjangkau penderita
3. Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
4. Meminta bantuan/rujukan
5. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
6. membantu pelaku PP lainnya
7. Ikut menjaga kerahasiaan dengan petugas lain yang terlibat
8. Mempersiapkan untuk ditransportasikan

F. Beberapa Alat Pelindung Diri yang diperlukan oleh Pelaku PP
1. Sarung tangan lateks
2. Kacamata pelindung
3. Baju pelindung
4. Masker penolong
5. Masker resusitasi
6. Helm
Namun alat pelindung diri minimal bagi seorang pelaku PP adalah sarung tangan dan masker RJP.

G. Sekilas Tentang bantuan Hidup Dasar (BHD)
Bantuan hidupa dasar (BHD) merupakan beberapa cara sederhana yang dapat mempertahankan hidup seseorang untuk sementara. Cara-cara ini adalah bagaimana menguasai dan membebaskan jalan nafas, bagaimana memberikan bantuan pernafasan, dan bagaimana membantu mengalirkan darah ketempat yang penting dalam tubu, sehingga pasokan oksigen ke otak terjaga untuk mencegah matinya sek otak.

H. Langkah-Langkah Penilaian dalam BHD
1. Penilaian keadaan
2. Penilaian dini
3. Pemeriksaan fiusik
4. Riwayat penderita
5. Pemeriksaan berkala atau lanjut
6. Pelaporan

I. Keterangan lebih lanjut ada di bawah ini
1. Penilaian keadaan
a. Bagaimana Kondisi saat itu?
b. Kemungkinan apa saja yang akan terjadi?
c. Bagaimana mengatasinya?
Ingat! Amankan diri sendiri terlebih dahulu!!
2. Penilaian dini
a. Kesam umum (kasus trauma atau kasus medis)
Tentukan terlebih dahulu penderita adalah kasus trauma atau medis. Kasus trauma adalah kasus yang baisanya disebabkan noleh sautau ruda paksa yang mempunyai tanda-tanda yang jelas terlihat dan atau teraba. Misal pendarahan, patah tulang, penurunan kesadaran. Kasus medis adalah kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda paksa, misal nyeri dada, sesak nafas.
b. Memeriksa Respon (menentukan berat rinagannya gangguan yang terjadi dalam otak)
Awas : Penderita sadar dan mengenali keberadaan, lingungan serta waktu
Suara : Penderita hanya menjawab/bereaksi bila dipanggil atau mendegar suara
Nyeri : Penderita hanya bereaksi terhadap rangsangan nyeri yang diberikan penolong
Tidak respon : Penderita tidak bereraksi terhadap rangsangan apapun.
c. Memastikan jalan nafas terbuka dengan baik
Pasien dengan respon baik. ,perhatikan pada saat penderita menjawab pertanyaan penolong. Adakah gangguan bersuara atau gangguan berbicara?
Pasien yang tiudak respon. Akan diterangkan lebih rinci pada materi praktik BHD
d. Menilai Pernafasan
Setelah jalan nafas dipastikan terbuka dengan baik dan bersih maka penolong harus menentukan pernafasannya dengan cara teknik LDR (lihat, dengar dan rasakan). Bila korban tidak bernafas maka lakukan BHD dan RJP.
e. Menlai sirkulasi dan menghentikan pedarahan berat
Pelonong hartus menilai apakah jantung melakukan tugasnya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Pastikan denyutan cukup baik dan tidak ada perdarahan yang membahayakan nyawa.
f. Hubungan bantuna
Apabila dirasakan perlu segeralah minta bantuan rujukan. Mintalah kepada orang lain untuk melakukannya atau lakukan sendiri.
3. Pemeriksaan Fisik
a. Penilaian terarah
Bertujuan agar penolong dapat melakukan penatalaksanaan yang terbaik sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Pemeriksaan terarah dibedakan berdasarkan kasus yang kita hadapi trauma atau medis.
Pada kasus mtrauma penilaian penderita harus lebih dititik beratkan pada hasil pemeriksaan fiusik baik yang terarah sesuai keluhan utama pendrita atau keterangan saksi, mekanisme kejadian, atau setelah seluruh pemeriksaan fisik menyeluruh selelsai dilakukan. Tanda vital diperiksa dan bila memungkinkan baru dilakukan wawancara untuk memperoleh riwayat penderita. Pada kasus medis pelaku PP harus memperoleh riwayat penderita terlebih dahulu baru dilanjutkan pemeriksaan fisik yang diperlukan serta mencari nilai tanda vital ini mengingat kasus medis umumnya hanya gejala saja yang dirasakan oleh penderita.
b. Prinsip pemeriksaan fisik menyeleuruh penderita
1) Pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan seluruh tubuh penderita. Tujuannya untuk menemukan berbagai tanda.
2) Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis dan berurutan (lihat bandingkan kemudian raba), memulai dari ujung kepala-leher-dada-perut-punggung-panggul-anggota gerak bawa dan atas, namun dapat beribah sesuai kondisi penderita.
c. Pada penderita cedera harus dicari adanya
1) Pembentukan bentuk (P)
2) Luka terbuka (L)
3) Nyeri tekan (N)
4) Bengkak (B)
d. Tanda vital
Parameter yang dikelompokkan dalam tanda vital adalah:
1) Denyut nadi normal
Bayi : 120-150 X/menit
Anak : 80-150 X/menit
Dewasa : 60-90 X/menit
2) Frekuensi pernafasan normal
Bayi : 25-50 X/menit
Anak : 15-30 X/menit
Dewasa : 12-20 X/menit
3) Suhu tubuh normal : 370C
4) Tekanan darah normal (dewasa)
Sistolik : 100-140 mmHg
Diastolik : 60-90 mmHg
5) Kulit
Kondisi Kulit: Lembab, kering, berkeringat
Warna kulit : biru, pucat, merah, kuning, bir kehitaman
Peralatan yang digunakan untuk memeriksa tanda vital : jam tangam, senter kecil, stetoskop, alat pengukur tekanandarah (stigmomanometer) dan alat tulis.
Denyut dapat diperiksa di :
a. Leher (pembuluh nadi leher/ A. Karotis)
b. Lengan atas (pembuluh nadi lengan atas/ A. Brakialis) pada bayi
c. Pergelangan tangan (pembuluh nadi pergelangan tangan /A. Radialis)
d. Lipat paha (pembuluh nadi lipat paha/A. Femoralis)
4. Riwayat Penderita
Untuk memperoleh riwayat penderita secara rinci perlu dilakukan wawancara yantg meliputi K-O-M-P-A-K
K : Keluhan utama (gejala dan tanda)
O : Obat-obatan yang diminum
M : Makanan atau minuman akhir
P : Penyakkit yang diderita
A : Alergi yang dialami
K : Kejadian yang dialami korban
Penolong tidak membuat diagnosa akan tetapu dapat membuat kesimpulan berdasarkan hasil penemuannya.
5. Pemeriksaan berkala
Sebelum korban mendapatkan pertolongan medis pemeriksaan hsrus terus dilakukan (secara berkala). Secara umum pada pemeriksaan berkala harus dinilai kembali :
a. Keadaan respon
b. Jalan nafas
c. Kondisi pernafasan (frekuensi dan kualitasnya)
d. Nadi penderita
e. Keadaan kuliut
6. Pelapor
Semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan dilaporkan secara singkat dan jelas kepada penolong selanjutnya. Dalam laporan sebaiknya dicantumkan:
a. Umur dan jenis kelamin penderita
b. Keluhan utama
c. Tingkat respon
d. Keadaan jalan nafas
e. Pernafasan
f. Sirkulasi
g. Pemeriksaan fisik yang penting
h. KOMPAK yang penting
i. Penatalaksanaan
j. Perkembanganm lainnya yang dianggap penting

























BAB XIII
PENGENALAN KOMPAS

A. Pengertian Kompas
Kompas adalah alat untuk menentukan arah/mata angin. Bagian-bagian kompas bidik :
a. Dial : Permukaan yang ada angka dan hurufnya
b. Visir : Pembidik sasaran (berupa kawat tipis)
c. Kaca Pembesar : (Loup)
d. Jarum penunjuk : Selalu menunjukkan utara magnetis
e. Tutp dial : Dengan dua garis bersudut 45 derajat
f. Tali Penggantung : (Sebagai pengangkatan ibu jari)

B. Cara Penggunaan Kompas
1. Letakkan kompas di tempat yang datar sampai jarum kompas bergerak
2. Jarum menunjukkan arah utara magnet
3. Bidik sasaran melalui visir, searah sasaran bidik
4. Bila visir kurang jelas, melalui loup, luruskan garis yang terdapat pada tutup dial kearah visir, searah sasarannya bidik.
5. Tetapkan titik sasaran (check point)
6. Sebelum bergerak tetapkan sasaran bidik (back reading), agar bila diperlukan dapat kembali seperti semula.
7. Sasaran balik, sasaran bidik 180 derajat
8. Nort : Utara : 0 derajat : 360 derajat
South : Selatan : 180 derajat
East : Timur : 90 derajat
West : Barat : 270 derajat


BAB XIV
CARA MENENTUKAN ARAH
SELAIN MENGGUNAKAN KOMPAS


A. Dengan Matahari
1. Tanggal 21 Maret s/d 23 September
Matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat
2. Tanggal 21 Maret s/d 23 September
Matahari ada di belahan bumi utara
3. Tanggal 23 September s/d 21 Maret
Matahari ada dibelahan bumi selatan
B. Dengan Kuburan/Nisan Muslim
Makam muslim selalu membujur dari arah selatan ke utara, batu nisan yang ada tulisan namanya disebelah selatan
C. Dengan Masjid
Masjid yang Mihrab menghadap ke Barat
D. Dengan Gugus Bintang
1. Bintang Orion : disepanjang lintasan matahari
2. Bintang Scorpio : arah Barat Daya dan Tenggara
3. Bintang Biduk Besar : arah utara
4. Bintang Caseopta : arah utara
5. Bintang Salib Selatan : arah selatan


BAB XV
PERKEMAHAN

A. Maksud dan Tujuan Berkemah
1. Perkemahan dalam pramuka mempunyai maksud
a. Mempraktekkan sistem beregu
b. Mempraktekkan prinsip swadaya dan kesejahteraan
c. Mempraktekkan pembinaan jasmani dan rohani
d. Mempraktekkan pembinaan hidup beragama
e. Menjadi alat untuk mengamati pribadi anak didik
2. Perkembangan mempunyai tujuan
a. Meningkatkan keyakinan ketaqwaan kepada Tuhan
b. Membina mental dan kepercayaan pada diri sendiri
c. Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh
d. Meningkatkan daya mkreasi, ketangkasan dan ketrampilan
e. Membina kerja sama, gotong royong dan ketrampilan
f. Melatih hidup bersahaja dan berswadaya
g. Memperluas pengetahuan dan menambah pengalaman
h. Meningkatkan kecintaan Tanah Air dan menumbuhkan kesadaran untuk berbakti.
B. Macam Perkemahan
1. Menurut waktunya kita bagi dalam
a. Perkemahan satu hari (siang hari saja), kadang-kadang disebut per hari
b. Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI)
c. Perkemahan lebih dari 3 hari
2. Menurut tempat berkemah dibagi dalam:
a. Perkemahan menetap dari awal sampai akhir menetap di temapt itu
b. Perkemahan safari atau pindah-pindah tempat.
3. Menurut tujuannya, perkemahan kita bagi dalam :
a. Perkemahan untuk lomba
b. Perkemahan untuk persahabatan dengan cara santai
c. Perkemahan untuk berkarya (menyelesaikan proyek)
d. Perkemahan untuk penyelidikan alam dan lingkungan
e. Perkemahan untuk rekreasi
4. Menurut jumlah peserta dan tingkatnya, dibagi dalam:
a. Perkembangan dua orang (perkemahan pengembaraan penegak)
b. Perkemahan satu regu Penggalang
c. Perkemahan satu perindukan Siaga/Pasukan Penggalang/Amabalan/Penegak/Landasan Pendega
d. Perkemahan tingkat Ranting/Cabang/Daerah/Nasional/Kawasan/Dunia

C. Syarat Memilih Tempat Berkemah
1. Tanah rata atau sdikit miring berumput
2. Ada pohon pelindung
3. Ada saluran pengertian atau pembuangan air
4. Dekat sumber air
5. Pemandangan menarik
6. Ada arena petualangan
7. Terjamin keamanannya
8. Tidak terlalu dekat dengan kampung atau jalan raya
9. Dekat dengan pasar, pos kesehatan, pos keamanan, dll.


PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN METODE KEPRAMUKAAN
(PDK DAN MK)

A. Pengertian
Produk Musyawarah Nasionasl (MUNAS) VI tahun 1998 di Jakart tertuang dalam Anggarn Dasar Gerakan Pramuka dengan Kepres No. 034 Tahun 1999 (Bab IV Pasal 9 tentang PDKMK) pasal 10 tentang PDK dan pasal 11 tentang MK :
1. PDK dan MK merupakn ciri jkhas membedakan kepramukaan dri pendidikan lain.
2. PDK dan MK merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.
3. PDK dan MK dilaksanakn sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, sistematik, dan kondisi masyarakat.

B. Perbedaan PDMK, PDK dan MK
PDMK PDK MK
1. Kesukarelawan
2. Kode kehormatan
3. Sistem beregu
4. Sistem Satuan terpisah
5. Sistem Tanda Kecakapan
6. Kegiatan menarik
7. Sesuai Perkembangan Jasmani dan Rohani
8. Keprasahajaan hidup
9. Swadaya 1. Iman dan Taqwa
2. Peduli bangsa, tanah air, sesama hidup dan alam
3. Peduli diri pribadinya
4. Taat kode kehormatan 1. Pengalaman kode kehormatan pramuka
2. Belajar sambil melakukan
3. Berkelompok
4. Kegiatan menantang, meningkat, dan sesuai dengan perkembangan.
5. Alam terbuka
6. Tanda kecakapan
7. Satuan kecakapan
8. Sistem Among

C. Unsur-unsur Terpadu PDK dn MK
Dari kedua unsur yang terpadu tadi dijabarkan menjadi :
1. PDK adalah :
a. Imam dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b.
2.
D.


PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN TERBENTUKNYA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

D. KAITANNYA ANTARA TERSIARNYA BERITA KEKALAHAN JEPANG DENGAN KEGIATAN PARA PEJUANG DI INDONESIA
1. Berita Kekalahan Jepang
Terdesaknya Jepang dalam Perang Pasifik melawan Sekutu dimulai saat terjadi pertempuran di Pulai Midway pada bulan Juni 1942. Setelah pertempuran itu Jepang mengalami kekalahan demi kekalahan. Misalnya pada tanggal 7 Agustus 1942 pasukan Sekutu bergerak menuju Guadalcanal di Kepulauan Solomon sebagai usaha untuk mengalahkan Jepang.
Memasuki tahun 1944, kedudukan Jepang semakin terdesak. Beberapa wilayah pendudukan jatuh ke tangan Sekutu. Dalam situasi seperti itu, Perdana Menteri Jepang Kuniaki Kaiso, pada tanggal 7 September 1944 menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia di kelak kemudian hariu.
Pada tanggal 7 Agustus 1945, Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta dan Dr. Raciman Wedyodiningrat dipanggil Jenderal Terauchi untuk datang ke Dalath, Vietnam guna membicarakan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Untuk persiapan kemerdekaan tesebut, Jenderal Teraucho menyetujui pembentukan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
Keadaan Jepang semakin parah estela kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945 dibom atom oleh Sekutu.
Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1945. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Berita menyerahnya Jepang itu tidak banyak diketahui oleh rakyat Indonesia. Hal ini antara lain disebabkan oleh :
a. Jalur komunikasi lewat radio dengan luar negeri disegel atau dilarang keras oleh Jepang
b. Pihak dinas propaganda Jepang selalu mengetengahkan berita tentang peristiwa kemenangan Jepang.
c. Serangan pembalasan Sekutu tidak melanda seluruh wilayah Indonesia (hanya terjadi di daerah Papua Barat dan Mototai).
Berita menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 sangat mengejutkan di Indonesia, sehingga untuk beberapa saat menimbulkan keragu-raguan pada sementara pemimpin Indonesia untuk bertindak radikal dalam memproklamasikan kemerdekaan.
2. Kegiatan Para Pejuang Indonesia Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
Berita menyerahnya Jepang kepada Sekutu menumbuhkan harapan kyat di kalangan para pejuang Indonesia, terutama di Jakarta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Maka merekapun segera melakukan tindakan teretntu dalam rangka mempersiapkan Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tindakan yang dilakukan para pejuang di Yakarta, antara lain dibedakan menjadi beberapa kelompok :
a. Kelompok Sutan Syahrir
Kelompok ini pada tanggal 15 Agustus 1945 mendesak Ir. Soekarno dan Moh. Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan dengan kekuatan sendiri tanpa menunggu dari Jepang.
b. Kelompok Chaerul Saleh
Kelompok ini pada tanggal 15 Agustus 1945 mengadakan rapat di Gedung Laboratorium Bakteriologi di Pegangsaan Timur. Dalam rapat ditegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak mrakyat Indonesia dan tidak dapat digantungkan pada bangsa lain, dan segala hubungan serta janji Jepang harus diputuskan.

c. Kelompok Wikana-Darwis
Kelompok ini menunut agar Ir. Soekarno memnproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945.
d. Soekarno-Hatta
Kedua tokoh ono merencanakan untuk membicarakan pelaksanaan proklasmi kemerdekaan di dalam rapat tersebut sesuai dengan ketentuan pemerintah kerajaan Jepang mengenai status kemerdekaan Indonesia.
Pada dasarnya, kelompok-kelompok pejuang tersebut mempunyai kesamaan tekad, yaitu bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan. Namun kesamaan tekad itu belum disertai kesamaan pendirian mengenai pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. Hal ini masih terdapat perbedaan antara golongan tua dan golongan pemuda
a. Golongan tua
Diwakili Soekarno-Hatta yang berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan sesuai ketentuan Jepang, yakni melalui PPKI
b. Golongan pemuda
Golongan ini menolak keterlibatan PPKI dalam pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia PPKI mereka anggap sebagai ”bikinan” Jepang.

E. PERISTIWA RENGASDENGKLOK DAN PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI
1. Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok merupakan peristiwa penculikan terhadap Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok oleh kalangan pemuda dalam rangka mempercepat tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Latar belakang terjadinya peristiwa Rengasdengklok adanya adanya perbedaan sikap antara golongan tua dengan pemuda. Perbedaan itu mengenai kapan saat yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan. Perbedaan muncul sebagai rekasi terhadap kekalahan Jepang melawan Sekutu.
Pada tanggal 15 Agutus 1945 Jepang menyerak kepada Sekutu tanpa syarat. Berita menyerahnya Jepang diketahui oleh sebagian pemimpin Indonesia, terutama golongan pemuda.
Pada pemuda menghendakki agar Soekarno-Hatta ternyata lain. Merea ingin berbicara dulu dengan pihak Jepang, kemudian merapatkannya dalam PPKI. Keinginan yang berlawanan ini menimbulkan persengketaan yang cukup tajam antara para pemuda dengan Soerkarno-Hatta.
Tanggal 15 Agustu 1945, pukul 24.00 di Jalan Cikini No. 71 Jakarta, diadakan rapat para pemuda yang dihadiri oleh Sukarni, Yusuf Kunto, dr. Muwardi, dan Singgih. Rapat yan g dipimpin oleh Chaerul Saleh memutuskan agar Soekarno-Hatta disingkirkan keluar kota agar tidak diperalat Jepang. Pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari. Soekarno-Hatta ”diculik” oleh golongan pemuda yang dilakukan Sukarni, Yusuf Kunto, dan Singgih. Kedua pemimpin itu dibawa ke Rengasdengklok. Para pemuda berusaha menekan agar Soekarno-Hatta segera memproklamirkan kemerdekaan terlepas dari kehendak Jepang.
Pada Sore hari tanggal 16 Agustus 1645, mr. Achmad Subarjo disertai Sudiro datang ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno-Hatta dengan jaminan bilamana proklamasi tidak dapat diadakan esok harinya tanggal 17 Agustus 1645, kepala Mr. Achmad Subarjo boleh dipotong. Dengan jaminan tersebut, akhirnya Soekarno-Hatta dibawa kembali ke Jakarta.
Peristiwa Rengasdengklok hanya terjadi dalam satu haru, namun mempunyai makna yang sangat penting dalam sejarah proklamasi kemerdekaan republik Indonesia.
2. Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Perumusan teks proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di rumah Laksanaman Muda Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1 Jakarta. Laksamana Maeda adalah kepala Perwakilan Angkatan Laut Jepang di Jakarta yang bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta. Dan Mr. Achmad Subarjo merumuskan teks proklamsi diruang makan. Pristiwa itu disaksikan oleh Sayuti Meliá, BM. Diah, Sukarni, dan Sudiro, sedangkan tokoh-tokoh lainnya menunggu di ruang tamu.
Konsep proklamasi kemerdekaan terdiri atas dua kalimat :
a. Kalimat pertama
Merupakan sumbangan pikiran dari Mr. Achmad Subarjo. Isinya tentang pernyataan dan kemauan bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.
b. Kalimat kedua
Merupakan sumbangan pemikiran Drs. Moh. Hatta yang merupakan pernyataan tengan pengalihan kekuasaan.
Konsep teks proklamasi yang merupkan tulisan tangan Soekarno tersebut, kemudian diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan.
Ada banyak usulan mengenai siapa yang menandatangani teks proklamsi tersebut diantaranya:
a. Drs. Moh. Hatta
Ia mengusulkan teks proklamasi disusun seperti ”Declaration of Independence” Amerika dan ditandatangani oleh seluruh yang hadir sebagai wakil bangsa Indonesia.
b. Chaerul Saleh
Ia menyatakan ketidaksetujuannya bila teks itu ditandatangani oleh anggoat PPKI, karena menurut anggapannya badan itu buatan Jepang yang anggota-anggotanya diangkat oleh Jepang pada waktu itu.
c. Sukarni
Ia mengusulkan teks proklamasi itu sebaliknya ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usulan itu berdasarkan alasan kedua tokoh itu telah diakui sebagai pemimpin utama rakyat Indonesia. Usulan Sukarni itu disetujui.
Sesuai usul Sukarni, teks proklamasi yang telah diketik tersebut kemudian ditanda tangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, inilah yang merupakan teks proklamasi yang autentik atau resmi. Perbedaan tulisan antara naskah konsep teks proklamasi dengan teks proklamasi yang autentik.

No. Konsep Teks Proklamasi Teks Proklamasi Yang Autentik
1. Tulisan tangan Soekarno
2. Proklamasi (dengan huruf kecil) Ketikan Sayuti Melik
3. Terdapat sedikit coretan PROKLAMSI dengan huruf besar
4. Hal2 Tanpa ada coretan
5. tempoh Hal-hal
6. Djakarta, 17-8-05 tempo
7. Wakil2 bangsa Indonesia Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia
8. Tidak ada nama terang Tertera nama Soekarno/Hatta
9. Tidak ada tanda tangan Sudah ditanda tangani




F. PERNYATAAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN PENYEBARLUASAN BERITA TENTANG KEMERDEKAAN INDONESIA
1. Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Pernyataan atau pembacaan teks proklamasi menurut rencana akan dilaksanakan di Lapangan Ikada. Namun karena pertimbangan kemanana, tempatnya kemudian dialihkan ke Jalan peganggsaan timur nbomor 56 Jakarta (rumah kediaman Soekarno). Upacara proklamasi dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, dengan urutan acara :
a. Pidato sambutan oleh dua anggota panitia
b. Pidato sambutan dari Drs. Moh. Hatta
c. Pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno
d. Pengibaran bendera Merah Putih oleh Suhud dan Latief Hendraningrat dengan iringan lagu Indonesia Raya. Bendera yang dikibarkan itu adalah merupakan bendera jahitan dari Fatmawati Soekarno.
e. Sambutan wali kota Suwiryo dan dr. Muwardi
Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, dihalaman gedung Pegangsaan Timur 56 dibangun sebuah tugu peringatan proklamasi. Jalan di depan gedung itu kemudian diberi nama jalan Proklamasi. Di jalan Proklamasi kemerdekaan Indonesia memiliki makna yang luas dan dalam bagi bangsa Indonesia, antara lain:
a. Merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka mencapai kemderkaan.
b. Merupakan awal terbebasanya bangsa Indonesia dari kekuasaan bangsa asing dan menjadi bangsa yang berdiri sendiri.
c. Merupakan sumber humum yang menegaskan mulai berdirinya Negara Kesatuan RI
d. Merupakan momentum politik terbebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan bangsa lain. Dan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sederajat dengan bangsa lain di dunia.
e. Merupakan momentum politik perjuangan dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
2. Penyebarluasan Berita tentang Kemerdekaan Indonesia
Berita proklamasi Kemderkaan Indonesia yang telah diketahui oleh sebagian masyarakat Jakarta itu segera disebarluaskan ke seluruh tanah air bahkan ke seluruh penjuru dunia. Penyebarluasan itu dilakukan melalui :
a. Kantor berita ”Domei”
Pada tanggal 17-8-1945 sekitar pukul 18.30 WIB, waratwan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara) Syahrudin menyampaikan salinan teks proklamasi kepada Windan B. Panelewen. Ia segera memerintahkan kepada Markonis (petugas telekomunikasi F. Wuz untuk menyiarkan berita tersebut tiga kali berturut-turut. Ketika kantor berita Domei disegel Jepangf pada tanggak 20 Agustus 1945, para pemuda tersebut membuat pemancar baru di Menteng 31 dengan kode panggilan DJK I. Tokoh yang berperan antara lain Sutamto, Susiloharjo, dan Suhandar.
b. Radio
Pada tanggal 17-8-1945, Syahrudin berhasil memasuki ruang siaran radio Hoso Kanri Kyoku (sekarang RRI). Tepat pukul 19.00 teks proklamasi berhasil disiarkan M. Yusuf Ronodipuro, Bactiar Lubis, dan Suprapto adalah tokoh-tokoh yang berperan besar dalam menyiarkan berita proklmasi tersebut.
c. Kawat telepon
Adam Malik yang waktu itu sebagai wartawan menyampaikan teks proklmasi melalui telepon kepada Asa Bafaqih yang kemudian diteruskan kepada Penghulu Lubis untuk mendapatkan pengesahan lolos sensor. Selanjutnya dikawatkan ke daerah-daerah.
d. Surat Kabar (Pers)
Harian : Suara Asia” di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita proklamasi. Para pemuda yang berjuang lewat pers, antara lain B.M Diah, Sukarjo Wiryo Pranoto, Iwa Kusuma, Sumantri, ki Hajar Dewantoro, otto Iskandardinata, G.S.SJ. Ratulangi, Adam Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, Madikin Wonohito, Sumanang, SH, Manai Sophian, dan Ali Hasyim.
e. Anggota PPKI dari daerah
Berita proklamasi secara resmi dibawa dan disebarluaskan keluar pulau Jawa melalui para anggota PPKI yang berasal dari daerah yang kebetulan menyaksikan peristiwa proklamasi dan menghadiri sidang PPKI. Anggota tersebut antara lain : Teuku Muhmmad Hasan (Sumatera), Sam Ratulangi (Sulawesi), Kiut Puja (Nusa Tenggara), dan A.A. Hamidhan (Kalimantan).
f. Sarana lain
Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui pemasangan pamflet, poster, dan coretan pada tembok-tembok dan gerbang-gerbang kereta api.
Sejumlah besar pamflet disebarkan ke berbagai penjuru kota. Pamflet itu juga dipasang ditempat-tempat strategis. Selain itu, berita proklamasi kemerdekaan juga menggunakan pengerahan massa dan penyampaian darui mulut ke mulut. Keampuhan cara itu terbukti dari berdatangannya masyarakat ke lapangan Ikada untuk mendengarkan pembacaan proklamasi kemerdekaan.

G. PENGESAHAN UUD 1945, PEMILIHAN DAN PENGANGKATAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN RI YANG PERTAMA
Pada tanggal 18 Agutus 1945 PPKI menyelenggarakan sidang yang pertama dengan menganalisa beberapa keputusan sebagai berikut :
1. Mengesahkan dan menetapkan UUD 1945 sebagai Undang-undang Dasar RI
2. Memilih dan menetapkan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden
3. Sebelum terbentuknya MPR, pekerajaan presiden untuk sementara waktu dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

1. Pengesahan UUD 1945
UUD merupakan hukum dasar tertulis. UUD di Indonesia dirancang oleh BPUPKI tangal 10-16 Juli 1945 dalam sebuah Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Soekarno Rancangan UUD tersebut kemudian dibawa ke sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 untuk divas.
Sebelum PPKI mengesahkan rancangan UUD, Soekarno dan Hatta menugaskan Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Wahid Hasyim, Mr. Pasman Singadimejo, dan Mr. Teuku Mohammad Hasan untuk membahas rancangan Pembentukan Undang-Undang Dasar. Rancangan tersebut kemduain dikanl sebagai Piagam Yakarta. Namur, rancangan tersebut telah menimbulkan keberatan dari sejumlah pihak karena adanya kalimat yang dianggap membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.
Atas usul Drs. Moh. Hatta, Rancangan UUD tersebut mengalami beberapa perubahan, antara lain :
a. Dalam pembentukan UUD ada kalimat yang semula berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Kewajiban menjalankan syariat-syariat Islam bagi pemeluknya, diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
b. Dalam bab III pasal 6 yang sebelumnya menyatakan bahwa presiden ahíla orang Indonesia asli yang beragama Islam, diuabh menjadi presiden adalah orang Indonesia asli.
Setelah rancangan UUD tersebut selesai dimusyawarahkan, UUD tersebut kemudian disahkan menjadi UU Republik Indonesia dan terrenal dengan nama UUD 1945. Dengan demikian berarti bahwa sehari setelah proklamasi bangsa Indonesia telah memiliki Lnadasan negara yang merupakan landasan bagi jalannya pemerintahan.
Pengesahan UUD 1945 kemudian diumumkan dalam Berita Republik Indonesia tahun ke-2 No. 7 tahun 1946, halaman 45-48. UUD 1945 yang telah disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mempunyai sistematika sebagai berikut :
a. Pembukaan (mukadimah) yang meliputi empat alenia
b. Batang tubuh UUD yang merupakan isi dan terdiri dari 16 bab, 37 pasal, 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan.
c. Penjelasan UUD yang terdiri dari penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal.
2. Pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden RI yang Pertama
Pemilihan presiden dan wakil presiden pertama kali dilakukan oleh PPKI. Hal ini sejalan dengan ketentuan pada pasal III Aturan Peralihan UUD 1645. Pasal tersebut berbunyi : ”Untuk pertama kali presiden dan wakil presiden diangkat dan dipilih oleh PPKI”.
Dalam sidang pertama PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Otto Iskandardinata mengusulkan pemilihan menjadi presdien dan wakil presiden dilakukan secara aklamasi. Ia sendiri juga mengusulkan agar Ir. Soekarno menjadi presiden, dan Drs. Moh. Hatta menjadi wakil presiden.
Usul tersebut disetujui anggota PPKI sehingga PPKI kemudian memilih dan menetapkan kedua tokoh itu masing-masing menjadi presiden dan wakil presiden.
Pengangkatan presiden dan wakil presiden RI diiringi oleh lagu Indonesia yang dinyanyikan oleh peserta sidang secara spontan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar